Palangka Raya, lintasfakta.net – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan Program Sekolah Gratis tetap berjalan dan menyasar kelompok yang tepat, meskipun kondisi keuangan daerah mengalami penurunan signifikan. Fokus utama diarahkan pada peserta didik dari keluarga tidak mampu serta wilayah pedalaman.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam rapat koordinasi daring yang melibatkan ratusan kepala sekolah dan pengawas se-Kalimantan Tengah, Sabtu (17/1/2026).
Reza menjelaskan bahwa evaluasi internal menunjukkan implementasi Sekolah Gratis di lapangan berjalan beragam. Beberapa sekolah telah sepenuhnya menghapus pungutan BPP, sementara sebagian lainnya menerapkan pola subsidi silang sebagai bentuk kebijakan adaptif.
“Kebijakan ini diambil agar keberlangsungan layanan pendidikan tetap terjaga, tanpa menghilangkan hak siswa yang kurang mampu untuk memperoleh pendidikan gratis,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran. Penurunan alokasi dana pendidikan hingga hampir 45 persen memaksa pemerintah dan satuan pendidikan untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran yang tersedia.
Meski demikian, Reza menegaskan bahwa tingkat kepuasan peserta didik di Kalimantan Tengah masih berada di angka 97,3 persen, yang menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan tetap terjaga berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Dalam rapat tersebut, Disdik Kalteng juga menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan dana BOS dan BOSDA. Melalui platform PENA Kalteng, pengelolaan anggaran diharapkan lebih akuntabel dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar dana masih terserap untuk kebutuhan operasional sekolah, seperti pembayaran guru honorer dan administrasi, sehingga perlu penataan ulang agar manfaatnya lebih optimal bagi siswa.
“Pak Gubernur H. Agustiar Sabran menginginkan agar Sekolah Gratis benar-benar dirasakan oleh anak-anak kita, terutama mereka yang tidak mampu dan berada di daerah pedalaman. Itu yang menjadi arah kebijakan kami,” tegas Reza.
Melalui penguatan koordinasi dan transparansi, Disdik Kalteng berharap Program Sekolah Gratis dapat terus berjalan secara adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.(wan/red)
