Pendidikan Kalteng Kian Berkualitas, Kenaikan Jumlah Siswa Sejalan dengan Lonjakan Literasi dan Numerasi

Palangka Raya, lintasfakta.net – Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, seiring meningkatnya jumlah peserta didik sekaligus membaiknya kualitas pembelajaran. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, jumlah siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus mencapai 99.377 orang, naik 2.794 siswa dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut tidak hanya dipandang sebagai pertumbuhan statistik semata, tetapi juga sebagai refleksi keberhasilan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan di tengah tantangan geografis dan sosial yang beragam di wilayah Kalteng.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyebut bahwa peningkatan jumlah peserta didik berjalan seiring dengan perbaikan mutu pendidikan.
Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa pemerataan pendidikan kita berjalan. Anak-anak di pelosok kini memiliki peluang yang sama untuk bersekolah,” kata Reza, Selasa (9/12/2025).

Ia menjelaskan, transformasi digital melalui Kelas Digital Huma Betang, pemanfaatan papan tulis interaktif, hingga penggunaan jaringan satelit di daerah terpencil turut mendorong peningkatan daya tampung sekolah. Hal ini memungkinkan rombongan belajar menjadi lebih fleksibel tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Dari sisi capaian akademik, data Rapor Pendidikan 2025 menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi dan numerasi. Nilai literasi SMA naik dari 69,26 menjadi 72,78, SMK meningkat dari 70,45 menjadi 74,34, sementara Sekolah Khusus melonjak drastis hingga menyentuh angka 70.

Kemampuan numerasi pun mengalami tren serupa. SMA dan SMK mencatat peningkatan stabil, sedangkan Sekolah Khusus melonjak dari 58,6 menjadi 85. Capaian ini memperlihatkan bahwa pendekatan pembelajaran inklusif dan berbasis kebutuhan mulai memberikan hasil nyata.

Tak hanya itu, tingkat kepuasan dunia usaha terhadap lulusan SMK Kalteng juga meningkat signifikan. Dari angka 68,37 pada tahun 2024, kini melonjak menjadi 75,89 di tahun 2025. Hal ini memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran agar pendidikan vokasi benar-benar link and match dengan industri,” ujar Muhammad Reza Prabowo. Ia menegaskan, Pemprov Kalteng akan terus memperkuat transformasi pendidikan agar pertumbuhan jumlah siswa selalu diiringi peningkatan kualitas dan daya saing lulusan.(via/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *