Palangka Raya, lintasfakta.net – Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 3 Palangka Raya tetap tinggi pada hari kedua pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027). Hingga Selasa (23/6/2026), kuota jalur domisili sebanyak 151 siswa telah terpenuhi, sementara sejumlah jalur lainnya masih terbuka bagi calon peserta didik.
Pelaksanaan SPMB di sekolah tersebut berlangsung aman, lancar dan tertib. Calon peserta didik bersama orang tua masih terlihat mengikuti proses pendaftaran dan memantau perkembangan seleksi sesuai jalur yang dipilih.
Salah satu panitia SPMB SMAN 3 Palangka Raya, Santi Kartikasari, mengatakan tingginya minat masyarakat terlihat dari cepatnya kuota jalur domisili terpenuhi. Namun, calon peserta didik masih memiliki kesempatan melalui jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan tugas orang tua yang kuotanya masih tersedia.
“Alhamdulillah, untuk SPMB tahun ajaran 2026/2027 di hari kedua ini berjalan aman, lancar, dan tertib. Antusias peserta juga cukup tinggi. Untuk jalur domisili, kuota sebanyak 151 siswa sudah terpenuhi,” ujar Santi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat calon peserta didik dan orang tua perlu lebih cermat menentukan jalur pendaftaran. Pemilihan jalur tidak hanya harus mempertimbangkan keinginan masuk sekolah tertentu, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi, persyaratan dan potensi masing-masing peserta.
Panitia juga masih menerima sejumlah aduan dari masyarakat selama proses SPMB berlangsung. Hingga hari kedua, tercatat sekitar delapan aduan, yang sebagian besar berkaitan dengan posisi calon peserta didik yang telah berada di luar kuota seleksi.
“Kendala yang kami temui lebih banyak berasal dari orang tua yang mengetahui posisi anaknya sudah berada di luar kuota sehingga memilih mencabut berkas untuk mendaftar ke sekolah lain. Sampai hari kedua ini aduan yang masuk hanya sekitar delapan orang dan semuanya sudah diproses bersama Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Selain persoalan kuota, panitia menemukan beberapa kasus kesalahan penginputan nilai rapor. Salah satu kesalahan terjadi pada pengisian nilai mata pelajaran seni yang memiliki beberapa komponen.
Santi menjelaskan, nilai seni rupa, seni musik dan komponen seni lainnya harus terlebih dahulu dirata-ratakan sebelum dimasukkan ke dalam sistem. Peserta yang keliru melakukan penginputan harus mencabut berkas dan melakukan input ulang.
“Ada peserta yang hanya memasukkan salah satu nilai seni, padahal nilai seni rupa, seni musik, dan seni lainnya harus dirata-ratakan terlebih dahulu. Karena kesalahan itu, mereka harus mencabut berkas dan melakukan input ulang,” katanya.
Karena itu, panitia mengingatkan calon peserta didik dan orang tua agar mempelajari seluruh persyaratan dan dokumen pendukung sebelum menentukan jalur pendaftaran. Langkah tersebut penting agar calon peserta tidak kehilangan kesempatan hanya karena kesalahan memilih jalur atau memasukkan data.
“Jangan memaksakan diri pada satu jalur tertentu jika sebenarnya memiliki peluang yang lebih besar di jalur lain. Misalnya jika memiliki prestasi yang baik, manfaatkan jalur prestasi dan jangan hanya berfokus pada jalur domisili,” imbaunya.
Dengan kuota domisili yang telah terpenuhi dan jalur lainnya yang masih tersedia, SPMB SMAN 3 Palangka Raya memberikan pilihan kepada calon peserta didik untuk menentukan jalur yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.
Pihak sekolah memastikan proses penerimaan tetap dilakukan secara objektif, transparan, adil dan akuntabel. Pelayanan kepada masyarakat juga terus diperkuat agar seluruh tahapan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar hingga pengumuman hasil seleksi.(zah/red)
