SAMPIT – Kepastian pembangunan kembali fasilitas SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), disambut positif oleh pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Cempaga Muhamad Toyep menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang telah datang langsung meninjau kondisi sekolah setelah mengalami kebakaran pada 27 September 2026 lalu.
Menurut Muhamad Toyep, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi satuan pendidikan yang mengalami kerusakan. Kehadiran Gubernur secara langsung juga memberikan harapan baru bagi warga sekolah terkait pemulihan fasilitas yang selama ini digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa kepastian pembangunan kembali sekolah menjadi kabar baik bagi masyarakat Cempaga, khususnya keluarga besar SMAN 1 Cempaga yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk memulihkan fasilitas pendidikan.
“Dengan adanya kunjungan dari Pak Gubernur, beliau ingin memastikan akan dibangun tahun ini juga. Kami atas nama masyarakat Cempaga dan khususnya warga yang ada di SMAN 1 Cempaga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur atas dukungan beliau yang luar biasa,” ujar Muhamad Toyep.
Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi pada Minggu, 27 September 2026, mengakibatkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Bangunan yang terdampak meliputi kantor sekolah, ruang guru, aula, serta tiga ruang kelas. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan agar fasilitas pendidikan dapat kembali dimanfaatkan.
Dalam peninjauan pada Sabtu (3/10/2026), Gubernur Agustiar Sabran memastikan bahwa bangunan yang terbakar akan dibangun kembali. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah harus bergerak cepat dalam menangani persoalan tersebut, mengingat SMAN 1 Cempaga memiliki 275 murid yang membutuhkan fasilitas pendidikan memadai.
Bagi warga SMAN 1 Cempaga, kepastian tersebut menjadi dorongan positif untuk kembali memulihkan aktivitas pendidikan secara optimal. Pembangunan kembali sekolah diharapkan segera terealisasi sehingga para murid dan tenaga pendidik dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang lebih aman dan layak.(zah/red)
