Kartu Huma Betang Sejahtera Buka Akses Pendidikan Gratis bagi Murid SMA, SMK dan SKH

SERUYAN – Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) menjadi salah satu instrumen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat. Program tersebut memberikan dukungan pendidikan bagi murid yang melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH).

Penjelasan mengenai manfaat program tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo saat berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan bantuan pangan Gubernur Kalimantan Tengah di halaman Kantor Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, Minggu (4/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Reza memperkenalkan KHBS sekaligus menjelaskan bahwa keluarga penerima dapat memperoleh manfaat berupa pembebasan biaya pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan SKH. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dalam membiayai pendidikan anak-anaknya.

“Yang punya Kartu Huma Betang ini, semua murid SMA sederajat yang orang tuanya punya kartu ini, sekolahnya tidak ada dipungut biaya apa pun untuk SMA sederajat,” jelas Muhammad Reza Prabowo.

Ia juga menjelaskan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya sebatas pembebasan biaya sekolah. Penerima yang memenuhi ketentuan juga mendapatkan bantuan perlengkapan pendidikan, termasuk seragam sekolah, sepatu, dan alat tulis. Dengan dukungan tersebut, diharapkan kebutuhan dasar murid untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dapat terpenuhi.

Penjelasan itu diperkuat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden. Ia menegaskan bahwa sasaran KHBS untuk sektor pendidikan mengikuti kewenangan pemerintah provinsi, yakni pada jenjang SMA, SMK, dan SKH. Sementara itu, pendidikan TK, SD, dan SMP menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

Melalui Kartu Huma Betang Sejahtera, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan. Program tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.(zah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *