Belajar Gizi Seimbang Lewat Praktik, 30 Murid SMAN 1 Kasongan Olah Menu Sehat di Laboratorium Biologi

KASONGAN, lintasfakta.net – Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Kasongan dikemas lebih kontekstual melalui kegiatan proyek pengolahan makanan bergizi seimbang. Sebanyak 30 murid kelas XI terlibat langsung dalam kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Biologi tersebut sebagai bagian dari pembelajaran materi sistem organ pencernaan.

Dalam kegiatan itu, murid tidak hanya mempelajari fungsi organ pencernaan melalui teori, tetapi juga diajak memahami hubungan antara sistem pencernaan dan pola makan sehari-hari. Mereka dibagi menjadi empat kelompok untuk merancang sekaligus mengolah menu sehat dengan memanfaatkan sejumlah bahan pangan, di antaranya tahu, wortel, daging ayam, jamur kuping, mangga, madu, susu, dan air putih.

Setelah proses pengolahan makanan selesai, masing-masing kelompok melakukan penghitungan kandungan gizi, mempresentasikan manfaat bahan makanan yang digunakan, serta menjelaskan kaitannya dengan kesehatan sistem organ pencernaan.

Guru Biologi SMAN 1 Kasongan, Novita Sari Handriani, mengatakan pembelajaran tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi terhadap kebiasaan makan murid. Sebagian besar murid dinilai masih terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula sehingga pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang perlu diperkuat melalui pengalaman nyata.

“Selama ini murid mengetahui fungsi organ pencernaan, tetapi belum benar-benar memahami kaitannya dengan kebiasaan makan sehari-hari. Karena itu kami mengubah pembelajaran menjadi pengalaman yang bisa mereka lakukan sendiri, mulai dari merancang menu, mengolah makanan, sampai menganalisis kandungan gizinya,” ujar Novita, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan penerapan Project-Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Melalui pendekatan ini, murid diarahkan untuk menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Metode pembelajaran tersebut mendapat respons positif dari murid. Salah seorang peserta, Intan Rasiana, mengaku lebih mudah memahami materi karena dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

“Biasanya kami hanya membaca materi di buku. Kali ini kami memasak sendiri, menghitung kandungan gizinya, lalu menjelaskan manfaatnya. Belajarnya jadi lebih menyenangkan dan kami lebih paham kenapa harus memilih makanan sehat,” ungkapnya.

Kegiatan pembelajaran juga melibatkan kolaborasi dengan guru Prakarya dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Dalam prosesnya, sekolah turut memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) dan Platform Kelas Digital Huma Betang untuk mendukung kegiatan presentasi, dokumentasi, serta refleksi hasil belajar murid.

Kepala SMAN 1 Kasongan, Cuwaca Dewi, mengatakan pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan praktik langsung dapat memperkuat pengalaman belajar murid.

“Kami terus mendorong guru memanfaatkan berbagai fasilitas pembelajaran yang telah tersedia untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Ketika teknologi dipadukan dengan aktivitas nyata, murid tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, keaktifan murid selama proses pembelajaran mengalami peningkatan. Murid lebih berani berdiskusi, mampu mengaitkan konsep Biologi dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mulai membangun kesadaran untuk menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang.

Ke depan, hasil proyek pembelajaran tersebut akan dikembangkan menjadi kampanye edukasi mengenai gizi seimbang melalui media digital dan media sosial sekolah. Upaya itu diharapkan dapat memperluas manfaat pembelajaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat.(rah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *