Gubernur Kalteng Tegaskan MPLS Harus Edukatif, Perpeloncoan dan Bullying Tidak Boleh Terjadi

PALANGKA RAYA, lintasfakta.net – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat memberikan arahan kepada lebih dari 34 ribu peserta didik baru SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) pada kegiatan Penguatan MPLS di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (16/7/2026).

Dalam arahannya, Agustiar Sabran meminta seluruh kepala sekolah, guru, dan panitia MPLS memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung edukatif, ramah, menyenangkan, serta bebas dari praktik perpeloncoan dan bullying.

“Pelaksanaan MPLS harus edukatif, ramah, dan menyenangkan. Tidak boleh ada ruang perpeloncoan, dan hindari bullying dalam bentuk apa pun,” tegas Agustiar Sabran.

Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga teman-teman baru sehingga proses adaptasi dapat berlangsung dengan baik.

Ia menilai lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif akan membuat peserta didik lebih percaya diri dalam belajar sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kalau sudah saling mengenal, akan tumbuh rasa sayang, rasa memiliki, dan rasa bangga terhadap sekolah,” ujarnya.

Selain menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang kondusif, Agustiar Sabran juga mengajak seluruh siswa membangun budaya saling menghormati dan saling menghargai.

Menurutnya, persahabatan yang sehat menjadi fondasi lahirnya prestasi akademik maupun nonakademik.

“Saling menghargai sesama siswa sehingga lingkungan sekolah menjadi persahabatan yang indah untuk dikenang dan mampu melahirkan prestasi,” katanya.

Melalui Penguatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap budaya sekolah yang humanis, inklusif, aman, dan bebas bullying semakin kuat sehingga mampu mencetak generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.(zah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *